Jumat, 04 Mei 2012

Tears

Banyak orang bilang kalau orang yang sering nangis itu namanya 'cengeng'. Ada juga yang bilang kalau nangis itu gak bisa nyelesain masalah, malah kadang bisa nambah masalah kalau kita berlarut-larut di dalamnya. Emang bener sih itu. Tapi, dengan mengeluarkan air mata itu bisa sedikit mengurangi beban kita loh, dan bikin hati kita jadi 'plong..', hehe. Lagipula kalau air mata itu terlalu ditahan supaya gak keluar kan juga gak baik. Bahkan dalam tulisannya, Harun Yahya menyebutkan 'Tears are perfect eyedrops', ckckck

Tau gak sih, kalau sebenarnya air mata itu memiliki fungsi yang vital bagi mata kita. Selain untuk membahasi mata, cairan yang dihasilkan oleh kelenjar lakrimalis ini mengandung enzim Lysozim yang mampu mencegah masuknya berbagai macam mikroba ke dalam mata kita. Dengan mengeluarkan air mata, berarti kita juga telah membersihkan mata kita dari debu ataupun kotoran.
Bisa dibayangkan kalau kita kekurangan cairan ini, mata akan terasa kering, panas, nyeri dan mudah teriritasi. Hmmm, makanya gak usah malu atau risau kalau emang pengen ngeluarin cairan ini. Selain untuk bisa membuat hati kita lebih tenang, kita juga berarti udah mensyukuri nimat yang telah diberikan tuhan kepada kita dengan menjaga dan merawatnya.

Kalau memang ada yang bilang kalau nangis itu gak bisa menyelesaikan masalah, bukan berarti orang itu juga gak pernah nangis kan. Justru karna dia berpendapat seperti itu karena udah pernah mengalami sebelumnya, jadi dia bisa membuat kesimpulan sedemikian rupa. Jadi, gak usah sungkan kalau mau menangis, kalau gak gitu airmata kita gak akan keluar-keluar dari sarangnya. Hehe..
Sekian dan Terimakasih :).. Konichiwa!!

Selasa, 01 Maret 2011

Rumah Tanpa Jendela



Satu lagi film terbaru keluaran 2011 yang sarat nilai moral. RUMAH TANPA JENDELA. Film garapan sutradara Aditya Gumay ini mengangkat tema sosial dan kehidupan anak yatim piatu serta anak jalanan. Ide dan jalan cerita dari film ini sendiri disadur dari cerpen Asma Nadia dengan judul yang sama.
Film yang diproduksi Matasinema dan MNC Group ini mengisahkan tentang Rara yang diperankan Dwi Tasya, gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin mempunyai jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta. Si Mbok yang diperankan Ingrid Widjanarko, neneknya Rara  yang sakit-sakitan dan ayahnya, Raga yang diperankan Raffi Ahmad, yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu. Mereka tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Tak ketinggalan, peran Asih yang diperankan oleh Yuni Shara sebagai tante Rara.
Film ini sangat cocok untuk konsumsi segala usia, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Menurut sang penulis cerita, film ini didedikasikan untuk penderita autis dan anak jalanan. Hebatnya lagi seluruh keuntungan dari film ini akan didonasikan untuk kaum dhuafa.

Sabtu, 29 Januari 2011

When You Believe

Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood

Now we are not affraid
Although we know there's much to fear
we were moving mountains long
Before we knew we could

There can be miracles when you believe
Though hope is frail its hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayers so often prove in vain
Hope seems like the summer birds
To swiftly flown away

Yet, now i'm standing here
My heart's so full i can't explain
Seeking faith and speaking words
I never tought i'd say

They don’t always happen when you ask
And it’s easy to give in to your fears
But when you’re blinded by your faith
Can’t see your way through the rain
Honesty will reveal all
When hope is very near

Kamis, 20 Januari 2011

Beautiful messages





Selasa, 02 November 2010

Sahabat Kecil


Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Kamis, 28 Oktober 2010

Ayat Kursi Pengantar Tidur

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.

Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"

Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."

Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak- geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar- benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.

"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.

"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.

Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"

"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."

Jumat, 06 Agustus 2010

Detective Academy Q Ep 1 part 1